This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Kamis, 02 September 2021

Mainan untuk Si Kecil, Baiknya Seperti Apa?

Tahukah Anda jika salah satu cara untuk mendukung tumbuh kembang bayi bisa dengan cara memperkenalkannya pada beragam jenis mainan? Namun, ternyata bukan urusan mudah memilih mainan untuk Si Kecil, lho.

Kebiasaan si Kecil memasukkan segala hal termasuk mainan tentu membuat Anda merasa sedikit khawatir. Belum lagi mengenai bahan dasar dari jenis mainan tertentu yang terbilang tidak aman seperti bahan kimia merkuri, timah, ataupun arsenik.

Nah, agar Anda tidak merasa khawatir dan si Kecil juga tetap senang saat berinteraksi dengan mainan-mainannya, berikut kami punya beberapa tips untuk memilih mainan bagi si Kecil. Simak ya, Anda!

Mainan untuk Si Kecil, Baiknya Seperti Apa

Pilih mainan yang sesuai dengan usia bayi Anda

Bayi memang tidak bisa memilih jenis mainan yang diinginkannya, namun bukan berarti Anda bisa membelikannya sembarang jenis mainan. Jangan tergiur ketika melihat mainan yang hanya sekadar lucu atau menggemaskan.

Sebaliknya, pilihlah mainan yang memang sesuai dengan kebutuhan dan juga usia si Kecil. Anda bisa mengecek kemasan mainan untuk mengetahui keterangan mengenai usia berapa mainan tersebut bisa dimainkan. Biasanya, produk mainan akan melampirkan batas usia yang boleh memainkannya, misalnya untuk “1 tahun ke atas”, “6 bulan”, dan seterusnya.

Namun, jika ternyata Anda tidak menemukan keterangan mengenai batas usia pada mainan (hal ini banyak terjadi di Indonesia), Anda bisa menanyakannya kepada karyawan toko mengenai mainan yang tepat bagi usia anak Anda.Selain itu, Anda juga bisa bertanya pada sesama orang tua yang memiliki bayi seusia dengan bayi Anda untuk memastikan.

Oh ya, jangan memberikan si Kecil mainan yang berukuran kecil atau bisa dilepas pasang dengan mudah ya, Anda. Ini bisa membuat bayi Anda mengira mainan tersebut adalah makanan dan memasukannya ke mulut.

Hindari juga memberikan balon sebagain mainan untuk bayi. Seperti dilansir dari Babycenter, balon merupakan penyebab utama kematian bayi karena tersedak. Balon yang tertelan dapat menghambat jalan napas anak sehingga membuatnya kesulitan bernapas.


Cek kualitas dari mainan yang akan dibeli

Tidak semua mainan memiliki kualitas baik dan aman untuk digunakan oleh bayi. Maka, sebagai orangtua, Anda harus pandai memilih mainan terbaik demi keamanan si Kecil. Contohnya mainan dari film frozen.

Telusuri seluruh bagian mainan yang akan Anda belikan untuknya, mulai dari tombol hingga bagian pitanya yang mudah ditarik. Bila mainan bayi tersebut juga memiliki kotak baterai, Anda sebaiknya lebih dulu memastikan jika kotak baterai tersebut tidak mudah dibuka oleh si Kecil. Kotak baterai yang terbuka dapat berbahaya bagi bayi Anda.


Untuk memastikan kualitas mainan si Kecil, berikut beberapa panduannya :

-          Tidak menggunakan pewarna mainan yang mengelupas.

-          Tidak ada sisi mainan yang tajam.

-          Tidak ada sisi mainan yang mudah ditekan menggunakan jari bayi yang kecil.

-          Tidak terdapat bagian mainan dengan magnet yang mudah lepas.

-          Tidak ada bagian berupa tali, benang, atau kawat panjang yang melebihi 18 cm agar anak tidak tercekik.

-          Mainan cukup kokoh sehingga tidak mudah rusak atau hancur.

-          Tidak menggunakan baterai, kancing, dan benda-benda kecil lain yang mudah dibongkar pasang dengan tangan kecilnya.


Pilihlah mainan bayi yang berukuran besar

Bagi bayi yang berusia di bawah 3 tahun, pastikan Anda membeli mainan yang ukurannya lebih besar dari mulutnya untuk mencegah kemungkinan tersedak. Mainan untuk bayi yang ideal seharusnya berukuran 3 cm untuk lebarnya dan minimal 6 cm untuk panjangnya.

Anda juga sebaiknya menghindari mainan yang memiliki bagian menyerupai bola atau koin. Mainan bayi seperti ini umumnya hanya memiliki diameter sekitar 4 cm, sehingga muat untuk melalui saluran pernapasan si Kecil.

Selanjutnya, jika ingin memastika mainan tersebut sudah cukup aman untuk si Kecil, Anda bisa membandingkannya dengan gulungan tisu toilet yang berbentuk silinder. Jika mainan bayi tersebut muat di dalam silinder karton tisu, berarti mainan yang Anda beli kekecilan dan tidak aman untuk si Kecil.

Terakhir, perhatikan juga berat mainan yang Anda beli. Mainan yang terlalu berat bisa saja jatuh dan menimpa tubuh si Kecil hingga melukainya. Cari mainan yang ringan, namun tetap kokoh.


Pastikan bahan mainan yang digunakan aman

Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa jenis mainan memiliki kandungan bahan dasar kimia yang cukup berbahaya bagi kesehatan si Kecil seperti merkuri dan timbal.

Untuk itu, pastikan jika mainan bayi yang akan Anda beli terbuat dari bahan yang mudah dicuci dan tidak beracun karena bayi suka memasukkan mainan ke dalam mulut. Untuk memastikannya, biasanya pada mainan telah tertera label sertifikasi aman pada mainan, baik internasional seperti CE, ST, atau pun sertifikasi dalam negeri seperti SNI.

Share:

Rabu, 01 September 2021

Tips Mendesain Kitchen Set Minimalis

Tips Mendesain Kitchen Set Minimalis untuk memperindah dapur Anda. Jika Anda merencanakan renovasi dapur atau mendesain dapur baru, tips ini akan membantu Anda menciptakan ruang yang Anda sukai. Ikuti saran kami tentang perencanaan, pengaturan, dan fitur yang harus dimiliki untuk dapur yang terlihat cantik dan berfungsi secara efisien untuk semua kebutuhan Anda.

Tips Mendesain Kitchen Set Minimalis


Hilangkan Langkah-langkah yang Sia-sia

Dengan Kitchen Set Minimalis tentu dapat mengatur dapur  menjadi rapi dalam ruangan yang tidak terlalu luas, pikirkan tentang bagaimana dan di mana Anda biasanya menggunakan barang-barang. Simpan semua alat dapur Anda pada tempat yang sesuai dengan kelompok barang guna memudahkan proses pembongkaran.


Lalu Lintas Langsung Melalui Dapur

Arus lalu lintas adalah pertimbangan utama saat mendesain dapur. Untuk desain dapur ramah anak, jauhkan kompor tanam dari area lalu lintas agar anak-anak tidak terkena pegangan dan menyebabkan tumpahan saat melewatinya.


Tentukan Fungsi Pulau Tersebut

Pikirkan tentang bagaimana Anda ingin menggunakan pulau di dalam ruang sebelum Anda mempertimbangkan desainnya. Jika Anda ingin memasak dan makan di pulau dapur, misalnya, rencanakan ruang yang cukup sehingga kompor tanam terpisah dengan aman dari ruang makan.


Rencanakan Ruang Pendaratan di Dekat Peralatan

Ruang pendaratan di sekitar peralatan menyediakan tempat untuk meletakkan barang-barang saat memasak atau menyiapkan bahan. Saat mendesain dapur Anda, biarkan meja berukuran 15 inci di setiap sisi kompor tanam dan kulkas. Ruang pendaratan juga penting di dekat microwave dan peralatan kecil lainnya.


Bagaimana Tips Mendesain Kitchen Set Minimalis?

Gandakan Peralatan Dapur

Jika Anda memiliki keluarga besar atau kebutuhan memasak yang luas, pertimbangkan untuk menggandakan peralatan yang paling sering Anda gunakan. Oven microwave kedua dan lemari es mini atau laci lemari es yang ditempatkan di tepi pusat kerja dapur, misalnya, dapat menyebarkan beban kerja dan menjauhkan para juru masak.


Atur Item dalam Jangkauan

Saat mengatur dapur Anda dan area penyimpanan makanan lainnya, letakkan bahan dan makanan ringan yang sering digunakan dengan mudah dalam jangkauan. Pertimbangkan kebutuhan anggota keluarga lainnya sewaktu Anda mengatur barang-barang. Jika Anda memiliki anak kecil, misalnya, pastikan untuk meletakkan makanan kesukaan anak dan makanan ringan di rak yang dapat dijangkaunya.


Tambahkan Pusat Pesan

Buat pusat pesan di tempat yang mudah dilihat, seperti di samping lemari es. Letakkan papan buletin, papan tulis, atau papan tulis di dinding untuk membuat tempat untuk mencatat pengingat atau daftar belanjaan. Simpan kalender, buku catatan, dan peralatan tulis di laci terdekat atau keranjang yang dipasang di dinding.


Memotong Waktu Pembersihan Dapur

Keputusan desain yang cermat membuat pembersihan dapur lebih mudah . Misalnya, rak lemari es kaca menangkap tumpahan yang dibiarkan lewat rak kawat. Wastafel flush-set atau undermount tidak perlu khawatir dengan pelek yang mudah pecah. Hasil akhir matte tidak menunjukkan kotoran sebanyak yang glossy.


Gunakan Warna Terang di Dapur Kecil

Skema warna gelap dapat mengecilkan ruang yang sudah kecil dan membuatnya kurang menarik. Gunakan nuansa lembut pada lemari dapur untuk memperluas ruangan kecil secara visual. Kenakan jendela besar dengan perawatan jendela sederhana untuk memastikan ruangan menerima banyak cahaya alami.

Itulah beberapa trik untuk mempercantik tampilan dapur Anda. Namun perlu diperhatikan juga setiap detail pada setiap sudutnya. Kitchen Set Minimalis sangat berguna untuk Anda yang memiliki ruangan sempit. Terima kasih!

Share: